Senin, 20 Juli 2015

Selamat 23 tahun, Mas.

Pasti ada alasan, kenapa Allah mempertemukan kita Agustus 3 tahun lalu.
Terimakasih atas perkenalan kala itu, walau sederhana tapi selalu terkenang.
Terimakasih atas kesempatan menjadi perempuan spesialmu hingga sekarang.
Terimakasih atas sabarmu yg tiada tara dalam menghadapi egois dan cemburuku.
Terimakasih telah menjadi inspirasiku, untuk tekun semangat tidak mudah menyerah pada kuasa jaman yg semakin keras.
Terimakasih atas cuekmu yg sedikit demi sedikit mampu diubah demi kebaikan.
Terimakasih telah mengalah menurunkan ego ketika ego kita bertentangan.
Terimakasih telah rela memasuki anekaragam-nya keluargaku, juga terimakasih atas ikhlasnya memberiku ijin untuk dapat mencintai keluargamu.
Terimakasih atas niatmu 'menyeriusi' hubungan ini. Semoga Allah mempermudah niat baik kita. Aamiin.
Dan terakhir.. terimakasih karna menjadi bagian dari penyempurna hidupku. Indah. Bahagia.
Selamat Ulang Tahun ke-23, Mas.
Semoga Allah memberikan keberkahan dan kebaikan-Nya untukmu.
Terus lakukan yg terbaik untuk orang yg kau sayang dan menyayangimu ya, Mas. Teruslah sederhana seperti itu.

Barokallohu, Mas.

Cilacap, 20 Juli 2015.
Dari perempuan yg berharap cepat kau halal-kan. ☺

Senin, 13 April 2015

Pasrahkan pada Sang Pemilik Cinta


"Ketika kau gantungkan harapanmu kepada seseorang, Allah akan mengingatkanmu dengan pahitnya rasa kecewa. Itu semata-mata agar kamu tahu betapa cemburu-Nya ketika kau bergantung kepada selain-Nya. Dan itu semata-mata pula agar kamu kembali berharap pada-Nya"


Ketika suaramu tak lagi didengar, keluhmu tak lagi dihiraukan, dan tangismu tanpa isak. Ingin rasanya menyiapkan kaki untuk putar arah lalu berlari menjauh.
Ketika satu kurangmu menutupi ribuan kebaikan yang kau tanam, keikhlasan yang kau jalani, dan ketulusan yang kau beri. Ingin rasanya pergi dari orang yang tidak menghargai itu.

Mimpiku sederhana, dijadikan olehmu sebagai masa sekarang dan masa depanmu.
Mimpiku sederhana, menginginkan pria-ku mengertiku, maka aku memberikan pengertian pula.
Mimpiku sederhana, menginginkan pria-ku soleh, maka aku mensolehkan diriku pula.
Mimpiku sederhana, menjadi pantas berada disisimu, maka aku memperbaiki diriku pula.
Mimpiku sederhana, tidak butuh seorang pria dengan mobil mewah, dompet tebal, maupun dandanan metroseksual yang bahkan perfumenya bisa tercium dari jarak 1km. Hanya ingin pria-ku memberi waktunya dan menjadikanku prioritasnya.
Mimpiku sederhana, dekat dengan keluargamu diselingi canda tawa renyah yang