Selasa, 21 Oktober 2014

Mendoakan dalam diam

Saat yang terkasih tak terjangkau uluran lengan, doa akan selalu punya caranya sendiri untuk bisa tersampaikan. Menyebut namanya dalam doa yang kamu panjatkan setara dengan mengharapkan berbagai kebaikan datang padanya, dengan atau tanpa kehadiranmu di sisinya.
Lalu, apa ada yang lebih manis selain diam-diam membawa nama pasangan dalam doa yang kamu panjatkan? Tanpa diminta, kamu memohonkan tercapainya harapan-harapan yang dimilikinya. Mendukungnya dari balik kepala tanpa banyak suara.
Itulah kenapa, mendoakan pasanganmu diam-diam merupakan bentuk cinta yang paling dalam. Karena kamu enggan untuk menonjolkan kebaikanmu di hadapan manusia lain. Cukup pasanganmu yang merasakan, cukup pada Tuhan kamu sampaikan beribu-ribu permohonan.
(-unknown)


Kamis, 31 Juli 2014

Quotes

"Seandainya cinta adalah anugrah suci dari-Mu, Allah. Kuatkanlah ia mengalir tepat pada masanya; dengan jalan yang Kau suka, dengan malaikat yang turut mendoa, dengan senyuman Rasulullah yang akan berbangga. Cinta yang akan mengalir untuk ia yang halal untukku saja. " -Fu

Dalam buku: Jodoh Dunia Akhirat. Merayu Allah, Menjemput Dalam Taat

Jumat, 21 Maret 2014

:)

Haaaaaah!
Lelah sekali rasanya.
Kita, selalu bertengkar soal hal klasik yg itu-itu saja.
Entah karna aku yg tidak sabaran atau entah kamu yg selalu dengan kesibukanmu atau entah kita yg sudah sama-sama jenuh.
Memang seperti inilah wanita yg ada disisimu saat ini.
Manja dan sangat kekanakan jika dengan kamu.
Jika hubungannya dengan kamu,
Dia sudah tidak bisa menggunakan logikanya.

Sayang, maaf.
Aku hanya wanita biasa, jauh dari sempurna.
Rasa manja, kekanakan, ngambekan, cemburuan, dan banyak lainnya akan menjengkelkanmu.
Dan tetaplah disini dengan stok sabarmu yg seluas samudera.
Tetap disini, tinggal, denganku, dengan kita.
Karna aku masih butuh banyak sekali belajar.

Kamis, 20 Maret 2014

Hallo, Tuan.

Terkadang, sesuatu butuh disimpan dan dinikmati sendiri, bukan? Disini, senang rasanya mampu bebas menumpahkan rasa nano nano yg ada di kehidupanku.

(Kebun Raya Bogor, Sabtu 15 Februari 2014, 13:58)

Hallo, Tuan.
Apa kabar?
Apa kabar seseorang yg selalu membuatku rindu?
Apa kabar seseorang yg menyita setiap jam, menit, bahkan detikku hanya untuk memikirkannya?
Masih kah aku dalam hati dan pikiranmu?
Atau justru kamu mulai jengah & muak dengan sikap yg aku tunjukkan akhir akhir ini?
Dan, bagaimana hari ke-8 magang-mu?
Semoga hiruk pikuk Ibukota membuatmu nyaman, ya, Tuan. :)

Tiga hari tak menyapamu di text, whatsapp, maupun media sosial lainnya, rindu kah kamu pada kebawelanku? Kekonyolanku? Kejudesanku? Dan perhatianku padamu yg kadang tak mengenal batasan lembar text? Sepertinya tidak, dari sisiku yg terlihat, kamu menikmati keadaan yg seperti ini. Mungkin karna kamu merasa bebas? Itu hanya persepsiku saja, maafkan jika aku salah.
Aku rindu sekali dengan kita. Aku rindu menyapamu di text setiap pagi dengan begitu manisnya sebagai penghantar pagi untukmu, berharap semoga aku yg selalu menjadi moodboster-mu, ya, aku sangat berharap akan hal itu, walau aku tidak tau bagaimana yg kamu rasa. Dan aku rindu kita bersenda gurau, aku rindu kita bertengkar, berbaikan, bertengkar, berbaikan, kemudian bertengkar lagi seolah lingkaran setan yg tidak ada habisnya, saling melempar argument akan beberapa hal yg memang kita berselisih paham. Dan aku sangat tau, hal itu justru membuat rasa kita semakin kuat. Ah, maaf, maksudku rasaku, entah rasamu.

Aku tidak akan menyerah.
Sampai aku tahu seberarti apa aku untukmu, Tuan.

Untuk, D.
Tetaplah jadi pria hebat untuk hati ini.
Aku akan menunggu.

Kamis, 06 Maret 2014

Darimu


Terimakasih, Cinta. Atas kado indah yang insya Allah akan berguna, bermanfaat, dan berharga untuk Dunia dan Akhirat-ku. Allahuma aamiin.


Kamis, 06 Maret 2014
Much Love, for you (D)

Rabu, 29 Januari 2014

Namanya Holly Grace Ayuningtyas

"Api api, aku mau pake teludung ini dong pakein aku!!!"
Begitulah celoteh Holly Grace Ayuningtyas ketika dia ngeliat ada kerudung nganggur warna item punya nyokap gue yang ngegeletak dikasur kamar gue. Dia adalah sepupu gue, gue manggil dia 'Dede' dan dia manggil gue 'Api' mungkin karena masih kecil makanya dia belum bisa manggil 'Mba Pi'. Dia ini dari masih bayi merah sampe sekarang umur dua tahun dititipin dirumah gue, ortunya kerja. Setiap hari selama hampir 12 jam dia dirumah gue, kecuali sabtu minggu sih. Yang jelas dia dititipin dirumah gue dari dia cuma bisa nangis ngasih kode kalo lagi aus atau laper, sampe bisa teriak teriak, "Mamaaaa aku minta uit buat jajaaaaann!!!!" yah, begitulah dia sekarang kalo lagi malakin nyokap gue. Haha. Lucu liat tingkahnya yg konyol dan kadang gak masuk diakal untuk anak seumuran dia, saking cerdasnya mungkin. Malah sering dia manggil nyokap sama bokap gue 'Mamah, Bapa' yang padahal harusnya 'Bude, Pade' karena bapanya dia itu yang notabene adalah adik kandung bokap gue. Mungkin karena sering denger gue manggil nyokap sama bokap gue gitu kali ya, jadi dia ngikutin deh. Sampe sering gue ledek, "Yeeee ini bapa mba pi tauuuu, bapa dede mah kerja noh." Trus abis gue bilang gitu pasti dia ngambek dan langsung lari ke bokap gue, meluk, trus ngomong sambil kesel ngeledek kearah gue, "Ini bapa dede tau, culakin api woooo~ mana olangnya tuuuuu~ dikacih pantat niiiiii~ kacian deh lo weeeee~" dan otomatis orang serumah langsung ngakak liat kekonyolannya haha.
Oke kembali ke kalimat awal cerita ini, 
"Api api, aku mau pake teludung dong, pakein aku!!" Sambil narik narik gue, dan gue pun meng-iya-kan permintaannya. Gue pakein dia jilbab item ini, dan dia langsung nanya, "Api aku cantik ngga?", sambil ngedip-ngedipin mata dan gue bilang, "Ah iya, cantik sekali dede pake kerudung, cini sayang api dulu coba." sambil gue nyodorin pipi dan trus gue dicium deh hehe. Abis itu dia langsung keluar rumah, gue ngambil kamera dan moto-moto dia didepan rumah.


Holly Grace Ayuningtyas, 2 tahun, Kristen Protestan. Anak kecil yang setiap minggu pagi rajin ke Gereja untuk ibadah sama orangtuanya ini -hari itu suka banget pake kerudung, minta tolong gue buat makein dia kerudung, gue foto-foto juga dia narsis banget, dan setelah itu dia bilang, "Api becok beliin aku teludung ya, aku mau yang ada kembangnya yaaa", sambil dia mata genit gitu ke arah gue. (Ah, Ya Allah Ya Rabb.. kenapa anak kecil ini manis banget, kenapa dia minta beliin kerudung, harus jawab apa ini..) dan akhirnya sambil nyengir gue jawab, "Oke deh becok api beliin dede kerudung ya, kita minta duit budeh, oke?", "Oke." katanya sambil melengos pergi.

Selasa, 07 Januari 2014

Bahkan.

Selasa, 07 Januari 2014, 07.26 WIB.
Pagi yang cerah di suatu Kota.

Memandangi putih langit kamar, aku masih terpaku, terdiam, dan kekosongan pun memenuhi mataku, yang kurasa adalah kekecewaan karena begitu cepatnya aku terbangun dari tidur indahku.
Masih terasa sisa hujan yang membasahi pelupuk mataku semalam, ketika aku menyerah dalam menahan kantukku untuk menunggu kabar darimu. Lagi lagi, sia-sia.
Dan ya, saat ini aku lebih suka dunia mimpi ketimbang dunia nyata. Karena di dunia mimpi, aku dapat bertemu denganmu, ya, hanya ada kita berdua disana, bergandengan tanpa rela terlepaskan, berlari bebas mengitari apapun diiringi canda dan tawa renyah kita yang khas, keromantisan yang kita ciptakan tak terhalangi dan terbatasi oleh apapun. Bahkan rasanya tak akan ada yang mampu merusaknya. Kebahagiaan kita kala itu.
Rindu yang sudah memenuhi jiwa tak dapat kubendung lagi, dan Tuhan Sang Maha Pemurah memberikanku hadiah di setiap malamku untuk kerinduan itu. Mimpi. Indah. Denganmu. Betapa baiknya Tuhan, bukan?

Kau tahu?
Bahkan di mimpi-pun aku sangat mencintaimu.