Terkadang, sesuatu butuh disimpan dan dinikmati sendiri, bukan? Disini, senang rasanya mampu bebas menumpahkan rasa nano nano yg ada di kehidupanku.
(Kebun Raya Bogor, Sabtu 15 Februari 2014, 13:58)
Hallo, Tuan.
Apa kabar?
Apa kabar seseorang yg selalu membuatku rindu?
Apa kabar seseorang yg menyita setiap jam, menit, bahkan detikku hanya untuk memikirkannya?
Masih kah aku dalam hati dan pikiranmu?
Atau justru kamu mulai jengah & muak dengan sikap yg aku tunjukkan akhir akhir ini?
Dan, bagaimana hari ke-8 magang-mu?
Semoga hiruk pikuk Ibukota membuatmu nyaman, ya, Tuan. :)
Tiga hari tak menyapamu di text, whatsapp, maupun media sosial lainnya, rindu kah kamu pada kebawelanku? Kekonyolanku? Kejudesanku? Dan perhatianku padamu yg kadang tak mengenal batasan lembar text? Sepertinya tidak, dari sisiku yg terlihat, kamu menikmati keadaan yg seperti ini. Mungkin karna kamu merasa bebas? Itu hanya persepsiku saja, maafkan jika aku salah.
Aku rindu sekali dengan kita. Aku rindu menyapamu di text setiap pagi dengan begitu manisnya sebagai penghantar pagi untukmu, berharap semoga aku yg selalu menjadi moodboster-mu, ya, aku sangat berharap akan hal itu, walau aku tidak tau bagaimana yg kamu rasa. Dan aku rindu kita bersenda gurau, aku rindu kita bertengkar, berbaikan, bertengkar, berbaikan, kemudian bertengkar lagi seolah lingkaran setan yg tidak ada habisnya, saling melempar argument akan beberapa hal yg memang kita berselisih paham. Dan aku sangat tau, hal itu justru membuat rasa kita semakin kuat. Ah, maaf, maksudku rasaku, entah rasamu.
Aku tidak akan menyerah.
Sampai aku tahu seberarti apa aku untukmu, Tuan.
Untuk, D.
Tetaplah jadi pria hebat untuk hati ini.
Aku akan menunggu.