Selasa, 07 Januari 2014, 07.26 WIB.
Pagi yang cerah di suatu Kota.
Memandangi putih langit kamar, aku masih terpaku, terdiam, dan kekosongan pun memenuhi mataku, yang kurasa adalah kekecewaan karena begitu cepatnya aku terbangun dari tidur indahku.
Masih terasa sisa hujan yang membasahi pelupuk mataku semalam, ketika aku menyerah dalam menahan kantukku untuk menunggu kabar darimu. Lagi lagi, sia-sia.
Dan ya, saat ini aku lebih suka dunia mimpi ketimbang dunia nyata. Karena di dunia mimpi, aku dapat bertemu denganmu, ya, hanya ada kita berdua disana, bergandengan tanpa rela terlepaskan, berlari bebas mengitari apapun diiringi canda dan tawa renyah kita yang khas, keromantisan yang kita ciptakan tak terhalangi dan terbatasi oleh apapun. Bahkan rasanya tak akan ada yang mampu merusaknya. Kebahagiaan kita kala itu.
Rindu yang sudah memenuhi jiwa tak dapat kubendung lagi, dan Tuhan Sang Maha Pemurah memberikanku hadiah di setiap malamku untuk kerinduan itu. Mimpi. Indah. Denganmu. Betapa baiknya Tuhan, bukan?
Kau tahu?
Bahkan di mimpi-pun aku sangat mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar