Wah!
Apa yang ada dibayangan anda ketika saya menyebutkan tentang Mie Ayam Ijo?
Pasti yang ada dalam bayangan anda adalah Mie Ayam dengan mie berwarna hijau,
ditambah ayam yang diiris kecil-kecil, ditaburi bawang goreng dan sayur caisim,
juga dengan pangsit, dan tentunya dengan kuah khas yang dapat dicampur aduk sesuai
selera dengan sauce dan sambal. Mantap, apalagi jika disandingkan dengan es teh
manis atau es juice. Di udara panas makanan seperti ini memang paling diburu.
Tepat
Minggu, 29 September 2013, matahari hari itu cukup terik menyinari Kota
Tangerang. Lalu saya menjadi terpikirkan untuk makan Mie Ayam Ijo, pasti akan mantap
sekali. Dan seketika itu, saya juga menjadi teringat dengan tugas yang
diberikan oleh Pak Megi dosen Dasar-dasar Penulisan tentang penulisan sebuah riset
(hasil pengamatan) non-fiksi deskripsi tentang ‘Wisata Kuliner’. Wah, kalau
begini ceritanya saya jadi ingat juga dengan sebuah peribahasa, ‘sekali dayung,
dua tiga pulau terlampaui’, yang bisa diartikan; di hari minggu dengan cuaca
panas seperti ini saya dapat memanjakan lidah dan perut saya dengan Mie Ayam
Ijo dan juga dapat menceritakan tentang nikmatnya makanan itu untuk tugas
penulisan riset saya. Hebat!
Mie
Ayam Ijo, sesuai namanya, dan sesuai dengan kalimat-kalimat di paragraph pertama
tulisan ini, yaitu adalah sebuah mie ayam yang jelas berbeda dengan mie ayam
lainnya, yang membedakannya dengan mie ayam lain adalah karena mie di mie ayam
ini berwarna hijau. Masih jarang memang, kita temui sekarang ini mie ayam
berwarna hijau, mie yang dibuat dari tepung terigu protein tinggi, tepung sagu,
dan bayam untuk pewarna alami hijaunya-lah yang membuat mie ayam ini berbeda
dari mie ayam lain, karena itu mie ayam ini mengandung protein yang cukup,
sehingga kesehatan kita akan tetap terjaga.
Saya
dapat menikmati mie ayam seperti ini dengan cukup mudah, karena memang tempat
makannya cukup dekat dengan rumah saya di Batuceper, dengan mengendarai sepeda
motor, saya langsung menuju ke tempat dijualnya makanan ini, sampai disana saya
langsung segera memesan, tempat makannya cukup rapih tertata dan bersih
sehingga akan membuat pengunjung nyaman ketika makan. Ditambah juga adanya
kipas angin yang membuat ruangan tidak sumpek dan menjadi adem. Tidak sabar
menunggu, saya juga memesan es teh manis, menikmatinya dulu sambil menunggu si
Mie Ayam Ijo. Dan yummy! Ketika mie ayam ijo dihidangkan, saya pun menyantapnya
dengan lahap. Mie ayam ini ditaburi dengan ayam yang dipotong kecil-kecil,
sayur caisim, dan serpihan bawang goreng renyah, tidak lupa juga ditambah
dengan kriuk-kriuk kerupuk pangsitnya. Mie di mie ayam ijo ini cukup lembut dan
kenyal ketika di makan, kuahnya yang khas dan kental-lah yang juga menjadi ciri
dari kenikmatan di tempat makan Mie Ayam Ijo ini. Sauce dan sambal dituang
untuk menambah cipta rasa dan kenikmatan mie ayam ini, karena saya cukup
menyukai pedas, jadi saya menambahkan banyak untuk sambalnya dan wow! Mantap sekali,
apalagi dilengkapi es teh manis. Di tempat makan mie ayam ijo ini kita juga
bisa menambahkan bakso jika kita mau. Dan jika ruang perut kita besar, karena
tanpa bakso saja porsi mie ayam ijo ini sudah sangat mengenyangkan.
Setelah
puas dengan mie ayam ijo dan es teh manis di siang bolong ini, saya pun pulang
ke rumah, dengan perut kenyang dan hati senang tentunya. Jika ingin mencoba mie
ayam ijo, cari saja tempat makannya atau bisa datang ke daerah rumah saya.
Selamat mencari dan menikmati Mie Ayam Ijo! :)
