... sabtu malam ku sendiri~ tiada teman ku nanti~
Begitu kira-kira, lirik awal sebuah lagu dari Marshanda dengan judul Kisah Sedih di Hari Minggu. Dan begitu pula-lah kira-kira satu lirik yang menjelaskan perasaanku saat ini, sendiri, di sabtu malam, tanpa menanti seseorang, kekasih tepatnya.
Dua hari kita tak saling memberi kabar, sayang. Ah tidak, bahkan bisa di bilang lebih, sudah hampir 2 minggu ini kita tak saling banyak menyapa dan berkomunikasi, apalagi berjumpa. Minggu lalu, kau sibuk dengan acara keluar kota itu. Dan baru aku tau tadi, ketika aku menghubungimu untuk mengajak berkencan di sabtu malam ini, ternyata kau juga sedang berada di luar kota 'lagi' untuk organisasimu itu.
Sedih rasanya, tak pernah menjadi yang diutamakan. Sedih rasanya, tak pernah menjadi yang terpilih diantara kesibukan-kesibukanmu itu. Sedih rasanya, karena sampai sekarang sepertinya tak begitu penting aku di matamu. Mengeluh? Sudah, aku sudah mengeluh pada cermin di kamarku, dengan ribuan kalimat jengkel disertai lelehan airmata yang dengan lancangnya mengucur deras di pipiku. Lalu dengan sujud panjang ketika aku menghadap Tuhan-ku, tapi bukan kalimat jengkel yang keluar ketika sujud itu, sayang, hanya kalimat Do'a meminta Dia menjagamu. Percayalah, aku selalu memintaNya menjagamu; hanya untukku.
Sekarang ini ingin aku bertanya; Apakah kau lelah dengan segala aktivitasmu itu, sayang? Apa kau penat? Apa kau sehat sekarang ini dengan puluhan kegiatan yang kau jalani tiada henti? Sungguh, rasanya ingin sekali sekarang ini aku berada disampingmu, tak apa walau hanya menjadi bantal. Aku ingin kau beristirahat sebentar saja di pelukku, tanpa beban, tanpa memikirkan apapun, membuang segala pikiran-pikiranmu tentang kegiatanmu itu. Buang segalanya sayang! Sebentar saja! Aku akan membantumu menghilangkan segala kepenatanmu itu. Membuat rileks pikiran dan hatimu. Membuatmu nyaman untuk berada disisiku melupakan kelelahanmu itu. Tapi tolong, ijinkan aku.. Dan beri aku kesempatan untuk itu, sayang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar