Jumat, 04 Januari 2013

Untukmu, 15 September 2012...

Hai, Sayang. :)


Apa kabarmu hari ini, Sayang? Apa yang sedang kau lakukan di siang hari Jum'at ini? Masih ingatkah kau padaku? Ahh, rasanya sudah lama sekali kita tak berbincang. Aku tak menyapamu, di sms, di telfon, maupun di jejaring sosial, begitupun kau. Masih adakah aku di hati dan pikiranmu?
Iyah, kau terlalu sibuk dengan organisasi kampusmu, kau terlalu sibuk dengan tugas-tugasmu, kau terlalu sibuk dengan duniamu, Sayang. Hingga sering sekali kau melupakan aku, mengabaikan aku.
Tapi kau harus tau, betapa bangganya aku terhadapmu, betapa kagumnya aku padamu, pada setiap yang kau kerjakan tiap harinya, pada setiap yang kau lakukan dalam hidupmu. Sungguh, Sayang. 
Aku tak pernah lelah menunggu kabar dari mu, menunggu mu menjemputku di tempat biasa untuk mengajakku pergi jalan-jalan. Percayalah padaku, tak pernah sedikit pun aku lelah menantimu, Sayang.
Jika terkadang aku kesal atau marah padamu karna kau telat mengabariku atau berhari-hari tanpa kabar, jangan salahkan aku, Sayang. Salahkan rindu, yang memang selalu datang tanpa permisi dan tanpa mengenal waktu. Iyah, itu karena aku hanya rindu. Seperti saat ini, aku rindu padamu. Tapi aku tak pernah berani untuk jujur kepadamu, aku terlalu pengecut untuk mengatakan rindu. Aku takut ini akan mengganggu pikiranmu. Biar saja ini menjadi rahasiaku dan akan selalu menjadi perbincanganku dengan Tuhan di setiap sujud-ku.
Sekarang, silahkan kejar duniamu, Sayang. Akupun akan mengejar duniaku.
Untukmu... #DA :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar